Pemandangan yang memperlihatkan orang sambil matanya terus terpaku di
smartphone sambil berjalan, atau sambil berkendara tentu sudah tidak
aneh lagi saat ini. Berkat Pokemon Go, game berburu monster yang
melibatkan pemainnya berkeliaran di luar ruangan untuk menemukan
Pokemon, pemandangan ini semakin gencar terlihat. Alhasil, semakin
banyak pula reaksi keras yang dilayangkan oleh berbagai pihak mengenai
game yang mulai menyerempet ke arah bahaya ini. Namun, reaksi terbaru
yang paling keras saat ini berada dari Mesir, dengan langkahnya untuk
mengharamkan Pokemon Go di sana!
Menurut pemberitaan dari Gulf News, Majelis Ulama di Mesir resmi
mengharamkan warganya untuk memainkan game ini. Abbas Shuman selaku
kepala Al Azhar, yang juga institusi Islam teratas di Mesir, menyatakan
game ini sama seperti alkohol. Alasannya adalah game ini membuat
pemainnya seperti orang mabuk di jalanan, sambil matanya terpaku pada
layar smartphone untuk mencari Pokemon. Ia juga takut akan terjadinya
gelombang “orang gila” masuk ke dalam mesjid, gereja, penjara, dan
fasilitas militer demi mencari Pokemon. Begitu juga dengan orang yang
mengabaikan pekerjaannya demi melakukan perburuan tersebut.
![]() |
| Institusi agama di Mesir menyebut Pokemon Go haram karena sifatnya yang mirip alkohol. |
Meskipun game ini belum resmi masuk ke Mesir, pemain di sana bisa mendownloadnya secara tidak resmi, sama seperti di Indonesia, dan memainkannya kapan saja. Apa yang ditakutkan oleh pemerintah Mesir tersebut ternyata terjadi pula di tanah air, terutama pada pengemudi motor di jalan raya Jakarta, satu tangan memegang smartphone sambil mengemudi dan berhenti mendadak untuk menangkap Pokemon. Menurut rencana, Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, intelijen, komunikasi, informasi, dan luar negeri akan membahas dampak negatif dari Pokemon Go serta tindak lanjutnya.
Source : JagatPlay

